You need to enable javaScript to run this app.

Sinkronisasi Kurikulum Busana SMK Negeri 3 Magelang Hadirkan Praktisi Industri Busana

  • Jum'at, 05 Juni 2026
  • Tim Jurnalistik
  • 0 komentar

Magelang – Komitmen dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri terus dilakukan oleh Program Keahlian Busana SMK Negeri 3 Magelang. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sinkronisasi Kurikulum bersama Dunia Industri yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 3–4 Juni 2026, di SMK Negeri 3 Magelang.

Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri busana, Wiwid Hosanna Owner Kebaya Artistik Hosanna Moda. Sinkronisasi kurikulum diikuti oleh Kepala SMK Negeri 3 Magelang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ketua Program Keahlian Busana, serta seluruh guru Program Keahlian Busana.

Kegiatan sinkronisasi kurikulum menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kurikulum nasional dengan kebutuhan sekolah sekaligus perkembangan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, guru bersama mitra industri melakukan kajian terhadap capaian pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, hingga kompetensi yang perlu dimiliki murid agar semakin siap menghadapi tantangan industri busana yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Wiwid Hosanna menekankan pentingnya penerapan kurikulum yang mendalam dan fleksibel sehingga guru memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan menarik bagi murid.

“Dengan adanya kurikulum mendalam, guru menjadi lebih leluasa dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Guru dapat memberikan gambaran yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan industri terkini. Yang terpenting, guru harus terus mengembangkan kompetensinya. Tidak harus sempurna, tetapi selalu ada upaya untuk meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan zaman,” ungkap Wiwid Hosanna.

Menurutnya, perkembangan tren busana, teknologi produksi, hingga kebutuhan konsumen yang terus berubah menuntut dunia pendidikan untuk selalu adaptif. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Magelang, Mila Yustiana, S.Pd., M.MPar., menyampaikan bahwa sinkronisasi kurikulum merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menghasilkan perubahan yang lebih baik dalam proses pembelajaran. Sesuai arahan Direktur SMK, sekolah tidak diharuskan mengikuti kurikulum secara pakem. Pelaksanaan kurikulum dapat disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, dan kemampuan masing-masing sekolah, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi murid,” jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, guru dan narasumber aktif berdiskusi mengenai penguatan materi pembelajaran, kesiapan kompetensi guru, serta penyusunan perangkat ajar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia industri. Berbagai masukan dari pihak industri menjadi bahan berharga dalam penyempurnaan kurikulum Program Keahlian Busana SMK Negeri 3 Magelang.

Melalui kegiatan sinkronisasi kurikulum ini, SMK Negeri 3 Magelang kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan selaras dengan perkembangan industri. Diharapkan hasil sinkronisasi mampu memberikan manfaat yang lebih konkret dalam proses pembelajaran yang lebih mendalam sehingga mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta siap menghadapai tantangan kerja dan kewirausahaan di bidang busana. (Arin Mufidah)

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Mila Yustiana, S.Pd., M.MPar

- Kepala Sekolah -

Bismillahirohmanirrohim Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh             Saya sampaikan rasa syukur alhamdulillah kehadirat Illahy Robby karena kita selalu mendapatkan kesadaran dan...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat anda tentang Website sekolah ini?

Hasil